Saturday, September 25, 2010

Pengapuran Pada Budidaya Tanaman

              Pengapuran tanah berfungsi untuk meningkatkan pH tanah agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman, juga untuk memperbaiki struktur tanah, menigkatkan aktifitas organism tanah dalam membantu proses penguraian bahan organic tanah (berate mempercepat tersedianya unsure hara  tanah). Menurunkan zat yang bersifat racun (aluminium, mangan, dan besi) tanpa menghilangkan zat-zat yang penting lainnya, menambah unsure hara phospat (P), Molibdenum (Mo), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg) dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.


              Dosis pengapuran tanah harus tepat, sebab apabila berlebihan akan berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan tanaman, yaitu :
  1.  Tanaman menunjukkan gejala klorosis, atau daun menguning. Hal ini karena pengapuran yang berlebihan menurunkan kadar zat besi (Fe) dalam tanah. Padahal zat besi sangat diperlukan tanaman untuk pembentukan klorofil, sehingga kekeurangan unsure Fe menyebabkan terbentuknya klorofil tidak sempurna, sehingga daun tanaman menguning.
  2.  Tanaman akan keracunan zeng (Zn) , tembaga (Cu) dan mangan (Mn). Hal ini karena pengapuran berlebih dapat meningkatkan unsure tersebut.
  3. Tanaman pertumbuhannya kurang baik. Pada Tanaman timun yang telah berbunga atau berbuah, bunga dan buahnya menjadi gugur. Hal ini karena pengapuran berlebih menurunkan kandungan phosphate dan molybdenum akibat adanya pembentukan senyawa komplek yang tidak larut. Di samping itu juga terjadi gangguan serapan phosphate dan boron.

No comments:

Post a Comment